Penyebab Data Bocor Sering Terjadi di RI
- Superadministrator
- 21 February 2025
- 10017
Ancaman serangan siber terus mengintai perusahaan pengelola data di Indonesia pada 2025. Solusi backup andal pun kini menjadi kebutuhan untuk memperkuat ketahanan siber.
Berdasarkan laporan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sepanjang 2024 terjadi lebih dari 120 juta serangan siber dengan ransomware sebagai salah satu ancaman terbesar. Lumpuhnya Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) pada tahun lalu pun menjadi buktinya hingga layanan publik terganggu.
Bahkan, jumlah serangan ransomware mengalami lonjakan di Indonesia pada tahun lalu dibandingkan negara di kawasan Asia Tenggara, di mana ada 32.803 serangan. Sedangkan untuk Filipina alami 15.208 serangan, Thailand 4.841 serangan, Malaysia 3.920 serangan, Vietna, 692 serangan, dan Singapura 107 serangan.
Country Manager Synology Clara Hsu, mengungkapkan bahwa serangan siber akan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Rentetan kebocoran data yang terjadi di Indonesia belakangan ini karena dua hal.
"Pertama, ransomware itu makin canggih karena hacker itu makin lihai, hebat. Cara mereka menyerang juga berbeda, tidak seperti phising email, nggak kelihatan seperti ransomware, sehingga edukasi itu sangat penting. Misalnya, tim IT sudah paham serangan ini ransomware tapi karyawan lainnya tidak paham itu, dan kebanyakan ransomware itu menyerang di karyawan biasa," tutur Clara, Kamis (20/5/2025).
"Kedua, karena ransomware making canggih, vendor juga beri solusi canggih, tapi banyak perusahaan yang belum tahu memaksimalkan fitur yang sudah ada. Maka dari itu, kenapa kita harus banyak melakukan pelatihan, edukasi, untuk menambah pengetahuan bahwa backup itu ada ternyata teknologi baru," paparnya.
Merespon tantangan tersebut, Synology menghadirkan ActiveProtect, sebuah solusi perlindungan data terbaru yang menggabungkan perangkat lunak backup, server, dan penyimpanan dalam satu sistem terintegrasi.
Clara menjelaskan perangkat solusi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan bisnis di Indonesia dengan perlindungan data lebih sederhana, aman, dan efisien dengan dukungan platform yang luas, fitur keamanan canggih, serta skalabilitas tinggi yang kesemuannya dengan harga transparan tanpa biaya tambahan tersembunyi.
"Saat ini backup 3-2-1, yaitu tiga salinan, dua ditempatkan di lokal, dan satu salinan data di offsite itu sudah tidak cukup. Tapi, Synology menerapkan 3-2-1-1-0. Apa itu dua tambahan berikutnya? Satu harus immutable, offline dan terisolasi, dan zero itu error karena backup hanya berguna kalau di-restore, kalau tidak bisa di-restore, maka backup tidak berguna," pungkasnya.
sumber : https://inet.detik.com/security/d-7788136/ransomware-terus-menyerang-ini-penyebab-data-bocor-sering-terjadi-di-ri